9 Tips Perancangan Infografis yang Baik

Table of Contents

9 Tips Perancangan Infografis yang Baik

Fikalmyid.com - Sebuah infografis bisa tampak menarik, tetapi belum tentu berhasil menyampaikan informasi. Ukurannya bukan sekadar banyaknya ikon, warna, atau ilustrasi, melainkan seberapa cepat pembaca menangkap pesan utama dan memahami hubungan antar-data.

BINUS Digital mencatat bahwa gabungan visual dan informasi berbasis teks dapat meningkatkan kemampuan menyimpan informasi, bahkan tingkat belajar masyarakat hingga 323%. Angka tersebut menjelaskan mengapa visualisasi data perlu dirancang dengan disiplin: data tetap menjadi inti, sementara desain membantu orang membacanya dengan lebih mudah.

Tentukan apakah infografis adalah format yang tepat

Langkah pertama dalam desain infografis bukan memilih template. Kamu perlu memastikan bahwa informasi yang dimiliki memang layak dipadatkan menjadi visual. Menurut BINUS Digital, infografis tepat digunakan untuk data comparison, checklist, dan timeline karena pembaca dapat melihat pola atau urutan dengan cepat.

Sebaliknya, jangan memaksakan semua jenis data menjadi poster panjang. Ketika data membutuhkan analisis yang mendalam, sumber tersebut menyarankan penggunaan dasbor interaktif sebagai alternatif. Keputusan format ini penting: infografis bertugas menyederhanakan pesan, bukan menyembunyikan kerumitan yang seharusnya dieksplorasi pembaca.

Sebelum membuka Photoshop, Illustrator, Figma, atau Canva, tulis satu kalimat tujuan. Misalnya, “membantu pembaca membandingkan dua pilihan” atau “menunjukkan urutan proses.” Kalimat ini akan menjadi filter saat memilih data, visual, dan teks.

Kenali target audiens dan tujuan visualisasi data

Infografis yang baik selalu dibuat untuk pembaca tertentu. BINUS Digital menempatkan pemahaman terhadap target dan tujuan sebagai prinsip pertama: perancang perlu mempertimbangkan apakah audiens akan merespons data dan angka dalam bentuk visual dengan baik.

Tujuan yang spesifik membentuk struktur yang lebih kuat. Jika tujuanmu menunjukkan perubahan dari tahap A ke tahap B, maka visual harus mengutamakan urutan. Jika tujuanmu membandingkan beberapa pilihan, pembaca harus dapat melihat perbedaannya tanpa menelusuri paragraf panjang.

Gunakan tiga pertanyaan berikut sebelum mulai mendesain:

  1. Siapa yang perlu memahami informasi ini?

  2. Satu pesan apa yang harus mereka ingat setelah melihatnya?

  3. Data mana yang benar-benar membuktikan pesan tersebut?

Kebiasaan ini menjaga proses desain tetap jujur pada data. Kamu tidak perlu memasukkan seluruh angka yang tersedia; kamu perlu memasukkan angka yang relevan terhadap tujuan. Namun, pemilihan data tidak boleh mengubah atau menyelewengkan kesimpulan.

Sederhanakan data dengan ruang kosong dan grafik yang konsisten

Salah satu prinsip desain infografis terpenting adalah kesederhanaan. Visual yang terlalu rumit memang bisa terlihat mengesankan pada pandangan pertama, tetapi pembaca akan kesulitan menguraikan pesannya. BINUS Digital menyarankan penggunaan ruang kosong, palet warna sederhana, dan grafik yang konsisten untuk menjaga fokus.

Kesederhanaan bukan berarti membuat desain tanpa karakter. Kesederhanaan berarti setiap elemen memiliki tugas. Hilangkan dekorasi yang tidak menjelaskan data, batasi variasi bentuk, dan jangan memakai banyak gaya grafik dalam satu halaman jika tidak diperlukan.

Saat menata komposisi, sisakan ruang di sekitar judul, angka utama, dan kelompok data. Ruang kosong memberi jeda bagi mata, sehingga hierarki visual lebih mudah terbaca. Pada tahap ini, periksa apakah pembaca masih tahu bagian mana yang harus dilihat pertama kali tanpa bantuanmu.

Tampilkan data melalui visual, bukan paragraf panjang

Infografis bekerja ketika visual melakukan sebagian besar pekerjaan penjelasan. Sumber BINUS Digital menegaskan pendekatan “menampilkan, bukan menceritakan”: diagram dan grafik dapat dibantu ikon atau ilustrasi untuk merepresentasikan informasi yang lebih spesifik.

Karena itu, pilih bentuk visual berdasarkan pesan yang ingin ditekankan. Perbandingan perlu terlihat berdampingan; urutan proses perlu terbaca sebagai rangkaian; bagian-bagian yang saling terhubung perlu diberi penanda hubungan. Jangan menuliskan ulang semua kesimpulan di samping visual jika bentuknya sendiri sudah bisa menjelaskan.

Teks tetap dibutuhkan, tetapi fungsinya sebagai jangkar. Gunakan teks untuk memberi judul, menyebut angka, atau memperjelas label. Jika penjelasan mulai memerlukan kalimat yang panjang, pertimbangkan memindahkan uraian lengkapnya ke artikel atau laporan pendamping, seperti arahan dari BINUS Digital.

Gunakan teks minimal dengan judul yang benar-benar informatif

Terlalu banyak teks akan mengubah infografis menjadi artikel yang diperkecil. Setiap kata sebaiknya memiliki tujuan: memperjelas data, memberi konteks singkat, atau mengarahkan pembaca menuju bagian berikutnya. Itulah alasan teks pada infografis perlu ringkas dan langsung pada penjelasan.

Judul memegang peran khusus karena menjadi elemen pertama yang dilihat pembaca. BINUS Digital menyarankan judul deskriptif, menarik perhatian, ditempatkan di bagian atas, dan cukup besar agar menonjol. Satu atau dua baris sudah memadai bila kalimatnya jelas.

Uji judulmu dengan pertanyaan sederhana: apakah seseorang memahami topik dan manfaat visual hanya dari judulnya? Jika jawabannya belum, perbaiki kata kerja atau objeknya. Judul seperti “Perbandingan Pilihan X dan Y” lebih membantu daripada judul abstrak yang hanya terdengar kreatif.

Pilih warna infografis sesuai tone dan kontras informasi

Warna bukan sekadar pemanis. Dalam perancangan infografis, warna dapat menandai area tertentu, menciptakan aliran, dan menghubungkan satu bagian dengan bagian lain. BINUS Digital juga menekankan kebutuhan kontras antara latar belakang, tulisan, dan grafik.

Mulailah dari tone pesan. Warna cerah dan kontras dapat mendukung kesan ceria atau menyenangkan, sedangkan warna yang lebih gelap dapat mendukung informasi yang serius. Jika desain dibuat untuk sebuah brand, warna profil brand dapat dipakai sebagai dasar lalu ditambah warna lain untuk membangun kontras.

Jangan biarkan palet bekerja melawan makna. Informasi serius tidak perlu diberi warna yang terlalu cerah, dan informasi yang ringan tidak harus dibuat terlalu muram. Pilih beberapa warna dengan fungsi jelas: satu untuk penekanan, satu untuk data pembanding, dan satu untuk elemen pendukung.

Pecah informasi panjang menjadi bagian yang mudah dipindai

Format panjang tidak otomatis menghasilkan infografis yang lebih lengkap. BINUS Digital mengingatkan bahwa apabila informasi perlu ditampilkan lebih panjang, membaginya menjadi beberapa bagian bisa lebih efektif. Ini menjaga pembaca tetap mampu memproses pesan tanpa kelelahan visual.

Pecah konten berdasarkan kelompok informasi, bukan sekadar membagi halaman secara rata. Misalnya, satu bagian untuk konteks, satu untuk data utama, dan satu untuk kesimpulan atau tindakan. Pemisahan tersebut dapat dibantu blok warna, jarak, atau judul subbagian yang konsisten.

Sumber juga menekankan bahwa infografis tidak harus panjang secara harfiah. Bentuk horizontal atau persegi dapat lebih sesuai bila informasi yang disampaikan tidak membutuhkan kanvas vertikal. Pilih format berdasarkan kebutuhan informasi, bukan karena satu model sedang populer.

Bangun alur baca yang menghubungkan seluruh bagian

Infografis yang kuat terasa mengalir dari awal hingga akhir. Menurut BINUS Digital, hubungan antarbagian bisa dibangun dengan pengulangan warna, ilustrasi yang saling melengkapi, atau—bila benar-benar diperlukan—panah dan garis penghubung.

Alur baca adalah bentuk praktis dari komposisi. Tempatkan titik awal yang jelas, lalu buat pembaca menemukan bagian berikutnya tanpa harus menebak. Elemen yang paling penting seharusnya memiliki bobot visual lebih kuat melalui ukuran, posisi, atau kontras; inilah penerapan hierarki visual yang membantu pesan terbaca cepat.

Lakukan pemeriksaan sederhana setelah desain selesai. Lihat infografis dari jarak pandang yang lebih jauh, lalu tanyakan: apakah judul, pesan utama, dan urutan informasi masih terbaca? Jika tidak, rapikan alurnya sebelum menambah detail baru.

Jadikan data sebagai pengarah setiap keputusan desain

Pada akhirnya, data adalah pusat dari infografis. BINUS Digital menegaskan bahwa infografis efektif dirancang berdasarkan data yang ingin dipresentasikan, sehingga informasi mudah dipahami dan diproses oleh pembaca. Prinsip ini adalah pengaman terhadap desain yang hanya mengejar tampilan.

Sebelum mengekspor file dari Photoshop, Illustrator, Figma, atau Canva, cocokkan kembali visual dengan data asal dan kesimpulan yang hendak diterima audiens. Pertimbangkan setiap keputusan: apakah grafik ini mendukung data, atau justru mengalihkan perhatian darinya? Apakah warna dan ukuran membantu pembaca membedakan informasi yang penting?

Jika jawaban-jawaban itu jelas, desainmu lebih punya peluang untuk dipahami dan dibagikan. Infografis yang baik bukan yang paling ramai, melainkan yang membuat orang mengerti pesan penting tanpa harus bekerja terlalu keras untuk menemukannya.

Perspektif editor

Sembilan tips perancangan infografis ini berpulang pada satu disiplin: jangan mendesain sebelum tahu apa yang perlu dijelaskan. Tujuan yang tajam membantu menyaring data; data yang terpilih menentukan visual; visual yang tertata membuat pembaca memahami pesan dengan cepat.

Ketika kamu mulai dari kebutuhan pembaca dan membiarkan data memandu warna, teks, komposisi, serta alur, hasilnya tidak hanya lebih menarik. Hasilnya juga lebih dapat dipercaya, karena desain memperjelas informasi alih-alih menutupinya.

Fikalmyid
Fikalmyid Seorang Desain Grafis dan Blogging Junior

Post a Comment