15 Contoh Infografis Simple dan Mudah untuk Pemula

Table of Contents
15 Contoh Infografis Simple dan Mudah untuk Pemula

Contoh infografis simple dan mudah biasanya menggunakan sedikit warna, teks singkat, ikon sederhana, serta hierarki informasi yang jelas. Bentuknya bisa berupa infografis pendidikan, statistik, timeline, proses, perbandingan, hingga tips. Kuncinya bukan membuat desain sebanyak mungkin, tetapi menyederhanakan informasi agar pembaca cepat memahami pesan utama.

Apa Itu Infografis Simple?

Infografis simple adalah penyajian informasi atau data dalam bentuk visual dengan tampilan yang relatif sederhana dan mudah dipahami. Informasi biasanya diringkas menjadi teks pendek lalu diperkuat dengan ikon, ilustrasi, diagram, grafik, angka, atau elemen visual lainnya.

Simple bukan berarti desainnya kosong atau membosankan. Justru, desain yang baik mampu memilih informasi mana yang perlu ditonjolkan dan mana yang tidak perlu memenuhi halaman.

Misalnya, daripada menampilkan lima paragraf tentang tahapan daur ulang, kamu bisa mengubahnya menjadi lima langkah pendek yang disusun vertikal lengkap dengan ikon. Informasinya sama, tetapi cara membacanya jauh lebih praktis.

Infografis seperti ini cocok untuk tugas sekolah, materi presentasi, konten media sosial, laporan, promosi bisnis, hingga artikel blog.

15 Contoh Infografis Simple dan Mudah Dibuat

Berikut beberapa konsep yang bisa kamu jadikan referensi. Kamu tidak perlu menyalinnya persis. Gunakan struktur dasarnya lalu sesuaikan warna, informasi, dan elemen visual dengan kebutuhan.

1. Infografis Pendidikan

Infografis Pendidikan

Infografis pendidikan cocok untuk merangkum materi pelajaran. Misalnya, kamu bisa membuat infografis tentang siklus air dengan empat tahapan utama dan satu ilustrasi untuk setiap tahap.

Gunakan judul besar, teks pendek, dan arah baca yang jelas. Model ini cocok untuk pelajar maupun materi edukasi di media sosial.

2. Infografis Kesehatan

Infografis Kesehatan

Tema kesehatan biasanya berisi tips, kebiasaan, atau informasi pencegahan. Contohnya adalah “5 Kebiasaan Menjaga Pola Tidur” dengan lima ikon sederhana.

Usahakan satu poin hanya memiliki satu pesan utama sehingga pengguna tidak perlu membaca paragraf panjang.

3. Infografis Statistik

Infografis Statistik
Jika kamu mempunyai sejumlah data angka, tampilkan angka terpenting dalam ukuran besar. Tambahkan diagram batang, lingkaran, atau ikon sebagai pendukung.

Desain statistik yang simple tidak perlu memvisualisasikan setiap angka. Prioritaskan data yang benar-benar membantu pembaca memahami kesimpulan.

4. Infografis Timeline

Infografis Timeline

Timeline cocok untuk menjelaskan perkembangan berdasarkan waktu, misalnya sejarah perusahaan, perjalanan teknologi, atau tahapan sebuah proyek.

Susun periode secara kronologis dari atas ke bawah atau kiri ke kanan. Gunakan garis sederhana untuk menghubungkan setiap peristiwa.

5. Infografis Proses

Infografis Proses

Infografis proses digunakan untuk menjelaskan langkah dari awal sampai akhir.

Contohnya, proses membuat kopi bisa disusun menjadi empat bagian: memilih biji, menggiling, menyeduh, kemudian menyajikan. Berikan nomor agar pembaca langsung memahami urutannya.

6. Infografis Perbandingan

Jenis ini cocok ketika kamu ingin membandingkan dua hal, misalnya format JPG dan PNG.

Bagi desain menjadi dua kolom dengan struktur informasi yang sama. Cara tersebut membuat pembaca lebih mudah melihat perbedaannya secara langsung.

7. Infografis Tips

Infografis tips termasuk salah satu bentuk paling mudah dibuat. Kamu cukup mempunyai satu topik utama kemudian membaginya menjadi beberapa tips singkat.

Misalnya, “5 Tips Membuat Poster Lebih Menarik”. Satu ikon dan satu kalimat pendek untuk setiap tips sudah cukup.

8. Infografis Bisnis

Untuk kebutuhan bisnis, infografis dapat digunakan untuk merangkum target, perkembangan, layanan, atau proses kerja.

Tampilan yang bersih biasanya lebih efektif daripada memenuhi desain dengan dekorasi. Fokuskan visual pada data atau informasi yang memang ingin ditunjukkan.

9. Infografis Produk

Infografis produk bisa menjelaskan fitur utama sebuah barang atau layanan.

Letakkan visual produk sebagai fokus, kemudian gunakan garis atau ikon untuk menunjukkan tiga sampai lima fitur penting. Model seperti ini cocok untuk materi promosi maupun katalog digital.

10. Infografis Media Sosial

Infografis untuk Instagram atau platform sosial lainnya perlu menyampaikan pesan dengan cepat.

Gunakan headline yang jelas, teks singkat, dan elemen visual besar. Jika materinya panjang, informasi bisa dipecah menjadi beberapa slide carousel daripada memaksakan semuanya ke satu desain.

11. Infografis Lingkungan

Tema lingkungan cocok ditampilkan melalui ilustrasi sederhana seperti pohon, bumi, air, sampah, atau simbol daur ulang.

Misalnya, infografis “5 Cara Mengurangi Sampah Plastik” dapat dibuat dalam format vertikal menggunakan satu ikon untuk setiap tindakan.

12. Infografis Teknologi

Topik teknologi sering memiliki istilah yang terasa rumit. Infografis membantu memecahnya menjadi bagian kecil.

Sebagai contoh, penjelasan cara kerja cloud storage dapat dibuat dalam alur perangkat → internet → server → perangkat lainnya.

13. Infografis Acara

Infografis acara dapat memuat tanggal, waktu, lokasi, susunan kegiatan, dan informasi penting lainnya dalam satu tampilan.

Buat informasi waktu dan lokasi lebih menonjol daripada dekorasi agar pembaca langsung menemukan informasi yang dibutuhkan.

14. Infografis Makanan

Tema makanan bisa digunakan untuk resep singkat, kandungan bahan, proses memasak, maupun perbandingan menu.

Untuk resep sederhana, tampilkan bahan di bagian awal kemudian susun proses memasak dalam beberapa langkah visual.

15. Infografis Portofolio

Infografis juga bisa digunakan untuk menyajikan profil atau kemampuan secara visual.

Kamu dapat menampilkan skill, software yang dikuasai, pengalaman, dan jenis pekerjaan dalam beberapa kelompok. Pastikan desain tetap memberi ruang kosong agar informasi tidak terasa berdesakan.

Ciri-Ciri Desain Infografis Simple yang Menarik

Ciri pertama adalah hierarki visual yang jelas. Pembaca harus bisa membedakan judul, subjudul, informasi utama, dan keterangan tambahan hanya dengan melihat ukurannya.

Ciri kedua adalah penggunaan warna yang terkontrol. Kamu tidak harus memakai banyak warna agar desain terlihat menarik. Dua atau tiga warna utama sering kali sudah cukup untuk membangun identitas visual yang konsisten.

Layout juga berpengaruh besar terhadap cara mata mengikuti informasi. Memahami beberapa jenis layout desain grafis dapat membantu kamu menentukan apakah informasi lebih cocok disusun dalam kolom, alur vertikal, perbandingan dua sisi, atau struktur lainnya.

Selanjutnya, gunakan whitespace atau ruang kosong. Jangan merasa setiap sudut desain harus diisi. Ruang kosong membantu memisahkan kelompok informasi dan membuat desain terasa lebih ringan.

Terakhir, gunakan gaya ikon dan ilustrasi yang konsisten. Jika sebagian ikon menggunakan gaya outline, sebaiknya ikon lain menggunakan karakter visual yang serupa.

Cara Membuat Infografis Simple untuk Pemula

Membuat infografis akan lebih mudah jika kamu memulainya dari informasi, bukan dari dekorasi.

1. Tentukan satu tujuan utama

Tanyakan apa yang harus dipahami pembaca setelah melihat desain. Hindari memasukkan terlalu banyak pesan dalam satu infografis.

2. Kumpulkan informasi

Siapkan data, fakta, langkah, atau poin yang benar-benar dibutuhkan. Jika menggunakan statistik dari sumber eksternal, periksa kembali sumber dan konteks datanya sebelum dipublikasikan.

3. Ringkas isi

Ubah paragraf panjang menjadi headline, angka, label, atau kalimat pendek. Infografis sebaiknya membantu pembaca memindai informasi, bukan memindahkan artikel panjang ke dalam gambar.

4. Tentukan hierarki informasi

Pisahkan antara judul, informasi utama, dan detail pendukung. Penerapan prinsip desain grafis seperti hierarki, keseimbangan, kontras, serta alignment dapat membantu desain terlihat lebih terstruktur.

5. Pilih layout

Untuk langkah berurutan, gunakan alur vertikal. Untuk dua objek yang dibandingkan, gunakan dua kolom. Untuk data numerik, gunakan struktur statistik.

6. Tentukan warna dan tipografi

Pilih warna yang memiliki kontras cukup agar tulisan mudah dibaca. Untuk font, gunakan variasi ukuran dan weight sebagai pembeda daripada memakai terlalu banyak jenis font.

7. Tambahkan ikon atau grafik

Gunakan visual ketika memang membantu menjelaskan informasi. Jangan menambahkan ikon hanya untuk mengisi ruang kosong.

8. Periksa kembali

Coba lihat desain dari ukuran kecil. Jika judul, angka penting, dan alur utama masih mudah dikenali, struktur desain biasanya sudah cukup kuat.

Aplikasi untuk Membuat Infografis dengan Mudah

Kamu tidak harus menggunakan software desain yang rumit untuk membuat infografis sederhana.

Canva menyediakan pembuat infografis berbasis template dengan sistem drag-and-drop, elemen visual, ikon, serta grafik dan bagan yang dapat disesuaikan. Canva juga menyediakan template untuk berbagai kebutuhan seperti pendidikan, bisnis, dan pemasaran.

Adobe Express juga menyediakan pembuat infografik berbasis template. Berdasarkan halaman resminya, pengguna dapat menyesuaikan template dengan teks, gambar, ikon, font, warna, dan grafik, lalu menggunakannya untuk kebutuhan digital maupun cetak.

Pilihan lainnya dapat kamu sesuaikan dengan workflow dan perangkat yang digunakan. Jika ingin membandingkan alternatif yang lebih luas, daftar aplikasi desain grafis online gratis bisa menjadi referensi untuk menentukan tool yang paling nyaman.

Untuk pemula, aplikasi terbaik bukan selalu aplikasi dengan fitur terbanyak. Pilih yang membuat kamu bisa menyusun teks, bentuk, ikon, warna, dan gambar tanpa menghambat proses kerja.

Tips Membuat Infografis agar Mudah Dibaca

Pertama, buat satu fokus visual utama. Saat pembaca melihat desain untuk pertama kali, seharusnya ada judul, angka, atau visual yang langsung menarik perhatian.

Kedua, jangan memasukkan terlalu banyak teks. Jika sebuah poin masih membutuhkan satu paragraf panjang, coba ringkas menjadi satu kalimat dan pindahkan penjelasan detail ke artikel pendukung.

Ketiga, gunakan kontras. Teks harus cukup berbeda dari latar belakang sehingga tetap nyaman dibaca.

Keempat, jaga konsistensi. Gunakan aturan ukuran heading, bentuk ikon, jarak, dan warna yang sama sepanjang desain.

Kelima, pilih grafik sesuai jenis data. Diagram batang cocok untuk membandingkan nilai, sedangkan timeline lebih tepat untuk urutan berdasarkan waktu. Jangan memilih grafik hanya karena bentuknya menarik.

Keenam, beri ruang kosong. Infografis yang padat belum tentu lebih informatif. Ruang kosong membantu mata mengenali kelompok informasi.

Terakhir, lakukan pengecekan sebelum dipublikasikan. Pastikan angka benar, ejaan tidak salah, urutan informasi jelas, dan sumber data dicantumkan ketika memang menggunakan informasi dari pihak lain.

Kesimpulan

Contoh infografis simple dan mudah dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pendidikan, statistik, timeline, proses, perbandingan, bisnis, hingga konten media sosial. Format yang tepat bergantung pada jenis informasi yang ingin kamu sampaikan.

Daripada mengejar desain yang penuh dekorasi, fokuskan perhatian pada struktur informasi, hierarki visual, layout, warna, tipografi, dan keterbacaan.

Untuk mulai membuatnya, pilih satu topik sederhana terlebih dahulu. Ringkas informasinya, tentukan alur, lalu gunakan visual hanya ketika benar-benar membantu pembaca memahami pesan. Dengan cara tersebut, infografis bisa tetap terlihat menarik tanpa harus menjadi rumit.

Fikalmyid
Fikalmyid Seorang Desain Grafis dan Blogging Junior

Post a Comment