Ukuran Banner: X Banner, Roll Up & Setting Desain

Table of Contents
Ukuran Banner: X Banner, Roll Up & Setting Desain

Ukuran banner cetak bergantung pada jenis dan rangkanya: X banner lazim tersedia dalam 60 × 160 cm dan 80 × 180 cm, sedangkan roll up memiliki pilihan seperti 85 × 200 cm. Gunakan ukuran tersebut sebagai acuan awal, lalu sesuaikan file desain dengan template percetakan, area aman, dan kebutuhan pemasangan.

Tabel Ukuran Banner Cetak dalam CM dan Meter

Ukuran X banner dan roll up mengikuti produk yang kamu pilih, sehingga tidak ada satu ukuran yang berlaku untuk semua standing banner. Tabel berikut memuat contoh ukuran yang ditawarkan penyedia cetak; seluruh dimensi ditulis sebagai lebar × tinggi.

Jenis banner Ukuran dalam cm Ukuran dalam meter Catatan pemilihan
X banner 60 × 160 0,60 × 1,60 Periksa kecocokan rangka dan posisi pengait
X banner 80 × 180 0,80 × 1,80 Bidang desain lebih lebar
Roll up 60 × 160 0,60 × 1,60 Pastikan ukuran tersedia pada model kaset
Roll up 85 × 200 0,85 × 2,00 Periksa ukuran tampilan dan tambahan bahan
Roll up 100 × 200 1,00 × 2,00 Perlu ruang penempatan lebih lebar

Ukuran 60 × 160 cm sama dengan 600 × 1.600 mm. Perubahan satuan tidak mengubah bentuk desain; rasio bidangnya tetap 3:8.

Jika masih membedakan banner cetak dengan banner digital, baca Pengertian Banner untuk mengenali fungsi dan jenisnya sebelum menentukan ukuran. Pembahasan di sini berfokus pada banner cetak berdiri.

Ukuran X Banner dan Cara Memilihnya

X banner 60 × 160 cm dan 80 × 180 cm merupakan dua pilihan yang tersedia di sejumlah percetakan Indonesia. Tentukan ukurannya berdasarkan kecocokan rangka, ruang pemasangan, dan banyaknya informasi yang perlu terlihat. 

Pilih berdasarkan ruang dan isi pesan

Sebagai contoh, banner di dekat kasir bisa berisi satu penawaran, foto produk, dan kode QR. Kamu tidak perlu memperbesar bidang hanya untuk memasukkan seluruh katalog.

Sebelum memesan, ukur ruang dengan mempertimbangkan kaki penyangga, bukan hanya lebar bahan. Banner yang pas di layar belum tentu bisa berdiri nyaman di sela rak.

Periksa juga empat sudut desain. Bila rangka memakai pengait dan mata ayam, jauhkan logo atau tulisan dari titik tersebut sesuai template pemasangan. Ruang kosong di sudut membantu menghindari informasi tertutup aksesori.

Jika kamu sudah memiliki rangka, tanyakan ukuran bahan yang cocok sebelum membuat dokumen. Memaksa cetakan yang berbeda ukuran dapat membuat tarikan bahan tidak sesuai.

Ukuran Roll Up Banner dan Area Desain yang Terlihat

Ukuran tampilan roll up bisa berbeda dari ukuran keseluruhan file karena sebagian bahan masuk ke kaset di bagian bawah. Karena itu, tulisan “85 × 200 cm” pada katalog belum cukup untuk menentukan tinggi dokumen produksi.

Simulasi ukuran tampilan dan ukuran file

AM:PM Graphics memberikan contoh roll up dengan tampilan 850 × 2.000 mm dan artwork 850 × 2.150 mm. Tambahan 150 mm di bawah berada di dalam kaset; latar diteruskan ke area tersebut, tetapi informasi penting tidak ditempatkan di sana. 

Pada spesifikasi itu, area terlihat adalah 85 × 200 cm, sedangkan file mencapai 85 × 215 cm. Selisih 15 cm merupakan kebutuhan produk tersebut, bukan tambahan universal untuk semua roll up.

Bayangkan kode QR kamu berada tepat di bagian paling bawah file. Desainnya tampak lengkap saat dibuka, tetapi kode tersebut dapat tersembunyi setelah banner dipasang.

Minta template untuk model kaset yang dipesan. Pastikan template menunjukkan area terlihat, area terjepit, dan bagian yang digulung. Jangan menambahkan ruang ekstra dua kali jika template sudah memasukkannya.

Perbedaan X Banner dan Roll Up: Mana yang Sesuai Kebutuhan?

Pilih X banner jika kamu membutuhkan lembar promosi pada rangka terpisah, sedangkan roll up sesuai ketika kamu menginginkan banner yang tersimpan dengan cara digulung ke dalam kaset. Pertimbangkan rutinitas penggunaan dan ruang penempatan sebelum memilih.

Untuk promosi toko yang pesannya berganti, tanyakan kemudahan penggantian lembar cetak pada rangka X banner. Untuk kegiatan berpindah lokasi, bandingkan ukuran kemasan dan proses pemasangan roll up yang ditawarkan.

Ada tiga hal yang layak dibandingkan:

  • Ruang aktual: termasuk kaki penyangga dan jalur orang lewat.
  • Penggantian materi: apakah cetakan bisa diganti sendiri atau perlu bantuan penyedia.
  • Penyimpanan: bagaimana bahan dilindungi dari lipatan, goresan, dan kelembapan.

Jangan menilai kestabilan hanya dari nama jenisnya. Berat, bentuk kaki, kualitas rangka, dan kondisi lokasi ikut menentukan. Untuk area berangin, pastikan produknya memang dirancang bagi penggunaan tersebut.

Cara Mengatur Ukuran Banner di Canva, Photoshop, dan CorelDRAW

Atur dokumen berdasarkan template produksi, gunakan satuan yang jelas, lalu pastikan ukuran hasil ekspor sesuai pesanan. Bila memakai skala, tuliskan faktor pembesarannya agar operator tidak menebak ukuran akhir.

Canva

  1. Buat desain dengan ukuran khusus, kemudian pilih satuan cm.
  2. Masukkan lebar dan tinggi sesuai template, misalnya 60 × 160 cm jika bidang itu memang diterima.
  3. Jika Canva menolak dimensi tersebut, baca batas yang ditampilkan dan gunakan skala proporsional yang disepakati percetakan.
  4. Tambahkan panduan untuk area aman dan ruang pemasangan.
  5. Unduh sebagai PDF dengan pengaturan cetak; aktifkan crop marks dan bleed hanya jika diminta.

Canva memiliki batas ukuran desain. Pengaturan bleed bawaannya juga tidak bisa diasumsikan sesuai semua produk, sehingga template pemasok tetap menjadi acuan. 

Untuk skala 1:2, ukuran 60 × 160 cm menjadi 30 × 80 cm. Beri catatan “cetak 200% menjadi 60 × 160 cm” pada pesan pengiriman file.

Photoshop

  1. Pilih File > New dan ubah satuan lebar serta tinggi menjadi cm.
  2. Masukkan ukuran dokumen, termasuk area tambahan yang memang diminta.
  3. Isi resolusi berdasarkan ukuran cetak akhir dan kesepakatan dengan operator.
  4. Pilih mode serta profil warna yang sesuai alur produksi.
  5. Simpan master berlayer, lalu buat salinan keluaran sesuai format pesanan.

Dialog dokumen baru Photoshop menyediakan pengaturan dimensi, resolusi, dan mode warna. Untuk simulasi X banner 60 × 160 cm pada 150 PPI, dokumen raster memerlukan sekitar 3.543 × 9.449 piksel sebelum tambahan area produksi.

CorelDRAW

  1. Buat dokumen dan gunakan satuan mm atau cm.
  2. Isi Width dan Height, misalnya 600 × 1.600 mm.
  3. Gunakan panduan untuk area aman dan titik pemasangan.
  4. Pertahankan teks serta logo sebagai objek vektor jika memungkinkan.
  5. Gunakan Publish to PDF, lalu periksa pengaturan halaman, warna, font, dan bleed.

CorelDRAW mendukung ukuran halaman khusus dan pengaturan prepress saat menerbitkan PDF. Simpan versi master yang bisa diedit; jika operator meminta teks menjadi kurva, lakukan pada salinan produksi.

Setting Desain Banner untuk Cetak: Resolusi, Warna, dan Margin

File banner perlu memiliki resolusi efektif yang memadai, pengelolaan warna yang cocok dengan proses cetak, serta ruang aman sesuai finishing. Angka resolusi tinggi saja tidak menjamin foto tajam atau tulisan tidak terpotong.

Menghitung piksel dan resolusi efektif

Piksel = ukuran cm ÷ 2,54 × PPI.

PPI menjelaskan kepadatan piksel gambar pada ukuran cetaknya. DPI berkaitan dengan titik keluaran perangkat; keduanya sering disebut bergantian dalam percakapan, tetapi bukan ukuran yang sama.

Contoh hitungan untuk bidang 60 × 160 cm:

  • Pada 150 PPI: sekitar 3.543 × 9.449 piksel.
  • Pada 300 PPI: sekitar 7.087 × 18.898 piksel.

Angka tersebut adalah hasil perhitungan, bukan kewajiban untuk semua banner. Adobe menjelaskan bahwa cetakan besar yang dilihat dari jauh dapat menggunakan resolusi lebih rendah daripada cetakan kecil yang diperiksa dari dekat.

Skala desain juga berpengaruh. Dokumen 30 × 80 cm pada 300 PPI menghasilkan sekitar 150 PPI ketika dicetak dua kali lebih besar menjadi 60 × 160 cm.

Periksa foto secara terpisah. Foto selebar 1.200 piksel yang dipasang selebar 60 cm hanya memiliki sekitar 51 PPI efektif. Mengubah label resolusi menjadi 300 PPI tidak otomatis menambahkan detail asli; pembesaran berbasis resampling mengestimasi piksel baru.

Memilih warna dan profil cetak

Tanyakan apakah operator menghendaki file RGB berprofil atau CMYK dengan profil tertentu. Profil keluaran berkaitan dengan karakter mesin, tinta, dan media; sekadar memilih “CMYK” belum menjelaskan seluruh proses reproduksi warna.

Jika konsepnya masih membingungkan, pelajari perbedaan CMYK dan RGB sebelum menyiapkan versi cetak. Simpan master agar kamu bisa membuat keluaran yang sesuai kebutuhan lain.

Untuk warna merek yang sensitif, minta contoh cetak. Jangan menganggap warna pada layar ponsel sebagai bukti akhir hasil produksi.

Membedakan bleed, area aman, dan area pemasangan

Bleed adalah perpanjangan latar di luar batas potong. Area aman menahan teks dan logo di dalam bidang yang terlindungi. Sementara itu, ruang pemasangan disediakan untuk kebutuhan seperti pengait, penjepit, atau kaset. 

Sebagai simulasi, jika operator meminta bleed 3 mm di setiap sisi bidang 600 × 1.600 mm, total artwork berikut bleed menjadi 606 × 1.606 mm. Ukuran akhirnya tetap 600 × 1.600 mm.

Jangan mengubah ukuran halaman sekaligus menambahkan bleed lagi saat ekspor tanpa memahami instruksinya. Periksa apakah ukuran yang diberikan operator sudah termasuk tambahan tersebut.

PDF dapat mempertahankan objek vektor, tetapi foto di dalamnya tetap memiliki batas resolusi. Setelah ekspor, buka kembali file dan periksa dimensi halaman, teks, gambar, serta area tambahan.

Tips Menata Teks dan Gambar agar Banner Mudah Dibaca

Banner lebih mudah dibaca ketika memiliki satu pesan utama, urutan informasi yang jelas, dan kontras yang cukup terhadap latarnya. Gunakan ruang untuk memperkuat pesan, bukan sekadar menampung tulisan sebanyak mungkin.

Misalnya, banner promosi kedai dapat menampilkan “Paket Sarapan” sebagai judul, diikuti harga, jam berlaku, lalu cara memesan. Terapkan hierarki visual agar pembaca memahami urutan tersebut tanpa harus membaca seluruh bidang sekaligus.

Gunakan satu atau dua keluarga huruf dengan perbedaan ukuran dan ketebalan. Panduan tips memilih font sans-serif bisa membantu menilai bentuk huruf, tetapi tetap uji keterbacaannya pada desainmu sendiri.

Coba cetak potongan judul pada ukuran sebenarnya, kemudian lihat dari jarak penempatan yang direncanakan. Untuk kode QR, uji dengan beberapa ponsel pada ukuran cetak dan pencahayaan yang mendekati kondisi penggunaan.

Checklist sebelum file dikirim

  1. Cocokkan ukuran dokumen dengan model rangka atau kaset.
  2. Pastikan ukuran terlihat dan tambahan bahan tidak tertukar.
  3. Periksa resolusi foto pada ukuran akhir.
  4. Cocokkan profil warna, format, dan finishing dengan instruksi operator.
  5. Buka PDF hasil ekspor, lalu cek teks, kontak, dan kode QR.

Kirim file bersama catatan singkat: jenis banner, ukuran akhir, skala dokumen, dan kebutuhan finishing. Minta operator mengonfirmasi ukuran produksi sebelum mencetak; langkah ini membantu menangkap salah skala sebelum bahan terpakai.

Fikalmyid
Fikalmyid Seorang Desain Grafis dan Blogging Junior

Post a Comment