7 Jenis Infografis, Contoh, dan Cara Memilihnya

Table of Contents
7 Jenis Infografis, Contoh, dan Cara Memilihnya

Jenis-jenis infografis yang bisa kamu gunakan meliputi statistik, informasional, timeline, proses, perbandingan, geografis, dan hierarki. Setiap jenis membantu menjelaskan hubungan informasi yang berbeda, seperti angka, urutan waktu, tahapan, atau tingkatan. Untuk memilihnya, tentukan dahulu pesan utama, bentuk data, dan kebutuhan pembaca, kemudian sesuaikan dengan media tempat desain ditampilkan.

Apa Itu Infografis?

Infografis adalah penyajian informasi melalui perpaduan teks dan elemen visual agar hubungan, pola, atau urutannya lebih mudah dipahami. Isinya dapat berupa angka, konsep, langkah, lokasi, maupun struktur. Jadi, infografis tidak harus selalu memiliki diagram statistik.

Bayangkan kamu menjelaskan pembagian tugas panitia. Paragraf panjang mungkin menyebut seluruh nama, tetapi bagan membantu pembaca melihat siapa berkoordinasi dengan siapa. Visual tersebut berfungsi menjelaskan hubungan, bukan sekadar menghias tulisan.

Tujuh jenis yang dibahas di sini merupakan pilihan kategori berdasarkan fungsi penyajian informasi, bukan klasifikasi tunggal yang mencakup semuanya. Panduan Venngage, misalnya, juga memasukkan kategori daftar dan resume. Sebuah desain pun bisa menggabungkan beberapa pendekatan selama pesan utamanya tetap jelas. 

1. Infografis Statistik untuk Menampilkan Data Angka

Infografis statistik menempatkan data numerik sebagai pusat penjelasan. Kamu bisa memakainya untuk merangkum hasil survei, jumlah peserta, atau perubahan suatu indikator. Grafik dan label membantu pembaca memahami angka dalam konteks. 

Contoh rancangan: “Pilihan Transportasi 40 Peserta Workshop”. Untuk latihan, gunakan data ilustrasi: 20 peserta naik motor, 12 menggunakan angkutan umum, dan 8 berjalan kaki. Diagram batang akan memperlihatkan perbedaan jumlah antarkategori.

Cantumkan label “data ilustrasi untuk latihan”, bukan menampilkannya sebagai survei nyata. Bila memakai data asli, tulis sumber, periode, satuan, dan jumlah respondennya.

Mulai sumbu diagram batang dari nol agar panjang batang tidak melebih-lebihkan perbedaan. Pedoman Office for National Statistics juga menekankan prinsip ini. Hindari efek tiga dimensi yang membuat pembacaan nilai terasa rancu. 

2. Infografis Informasional untuk Menjelaskan Suatu Topik

Infografis informasional cocok untuk memberikan gambaran suatu konsep melalui bagian-bagian pendek. Fokusnya menjawab “apa yang perlu diketahui?”, bukan selalu “langkah mana yang harus dikerjakan dahulu?”. Judul kecil dan ikon membantu memisahkan gagasan. 

Contoh rancangan: “Empat Unsur Dasar Identitas Visual”. Buat empat kartu berisi logo, warna, tipografi, dan gaya gambar. Setiap kartu memiliki satu penjelasan serta contoh penerapan sederhana, misalnya pasangan font judul dan teks isi.

Gunakan istilah yang akrab bagi pembaca. Jika menyebut tipografi, jelaskan sebagai pengaturan huruf agar tulisan terbaca dan memiliki karakter.

Sebagai pilihan awal, batasi isi setiap kartu pada satu gagasan utama. Jika keterangannya terus memanjang, pindahkan rincian ke teks pendamping. Dengan begitu, pembaca tetap mendapat gambaran utuh tanpa menghadapi halaman yang sesak.

3. Infografis Timeline untuk Menunjukkan Urutan Waktu

Timeline menampilkan informasi berdasarkan waktu, seperti tanggal, tahun, atau periode kegiatan. Jenis ini membantu menjawab “kapan sesuatu terjadi?” dan “apa yang terjadi setelahnya?”. Contohnya mencakup perjalanan organisasi atau jadwal proyek.

Contoh rancangan: “Persiapan Pameran Karya Kelas”. Gunakan jadwal simulasi: H-14 menentukan tema, H-7 memeriksa karya, H-1 menata ruang, dan hari H melaksanakan pameran. Beri penjelasan bahwa H-14 berarti 14 hari sebelum acara.

Untuk layar ponsel, kamu bisa mencoba susunan vertikal agar label waktu tidak berhimpitan. Letakkan keterangan dekat titik peristiwa yang sesuai.

Jika jarak antarpenanda dibuat sama meskipun selang waktunya berbeda, beri catatan bahwa garis waktu bersifat skematis. Pembaca perlu tahu apakah jarak visual mewakili durasi sebenarnya atau hanya menunjukkan urutan.

4. Infografis Proses untuk Menjelaskan Tahapan

Infografis proses menerangkan cara kerja atau langkah melakukan sesuatu. Ciri utamanya adalah hubungan antartahap, yang dapat ditunjukkan melalui nomor, garis, dan panah. Berbeda dari timeline, proses tidak wajib memiliki tanggal. 

Contoh rancangan: “Alur Mengirim Tugas Desain”. Susun tahap membaca brief, membuat sketsa, mengerjakan desain, memeriksa hasil, lalu mengirim berkas. Mulai setiap tahap dengan kata kerja agar tindakannya langsung dipahami.

Untuk materi pelajaran, diagram siklus air dapat menjadi inspirasi penyajian proses. Kamu dapat mempelajari contoh infografis pendidikan untuk melihat bagaimana tahapan dan hubungan informasi dijelaskan melalui visual.

Periksa arah setiap panah. Jika alurnya memiliki pilihan, misalnya desain diterima atau perlu direvisi, tunjukkan percabangannya. Jangan menggambarkan semua pekerjaan sebagai jalur lurus ketika proses sebenarnya memungkinkan pengulangan.

5. Infografis Perbandingan untuk Melihat Persamaan dan Perbedaan

Infografis perbandingan menempatkan dua atau lebih pilihan dalam susunan yang memudahkan pembaca menilai aspek yang sama. Bentuk dua kolom sering menjadi pilihan sederhana. Tujuannya membantu pembaca memahami perbedaan yang relevan. 

Contoh rancangan: “Belajar Mandiri atau Belajar Kelompok?”. Bandingkan kebutuhan koordinasi, kesempatan berdiskusi, dan cara mengatur waktu. Hindari kesimpulan bahwa satu metode selalu lebih baik untuk semua tugas.

Tulis aspek dalam urutan yang sama di setiap kolom. Jangan membandingkan biaya pada satu sisi dengan kenyamanan pada sisi lain karena pembaca kehilangan dasar penilaian.

Sebagai rekomendasi desain, beri kedua pilihan ruang yang seimbang. Warna dapat membedakan kolom, tetapi label tetap harus jelas. Hindari menambahkan banyak centang pada satu pilihan jika keunggulannya sebenarnya bergantung pada situasi.

6. Infografis Geografis untuk Menampilkan Informasi Wilayah

Infografis geografis menghubungkan informasi dengan lokasi. Peta menjadi elemen penting ketika pembaca perlu melihat persebaran atau perbedaan antarwilayah. Legenda dan sumber membantu menjelaskan makna penanda pada peta. 

Contoh rancangan: “Lokasi Perpustakaan di Sebuah Kota”. Tempatkan penanda pada lokasi fasilitas, lalu tambahkan nama dan kategori layanan. Gunakan lokasi nyata hanya setelah alamat serta sumbernya diperiksa.

Pilih simbol sesuai pesan. Penanda lokasi menunjukkan tempat; pewarnaan area dapat dipakai untuk memperlihatkan nilai suatu wilayah. Jangan membiarkan pembaca menebak makna warna atau ukuran lingkaran.

Sebelum membandingkan wilayah, periksa apakah kamu membutuhkan jumlah total atau rasio terhadap penduduk. Sebagai contoh matematis, 10 fasilitas untuk 100.000 penduduk berarti satu per 10.000 orang, sedangkan 10 fasilitas untuk 20.000 penduduk berarti satu per 2.000 orang. Angka tersebut hanya ilustrasi.

7. Infografis Hierarki untuk Menunjukkan Tingkatan

Infografis hierarki menjelaskan susunan bertingkat atau hubungan induk dan bagian. Bentuknya dapat berupa bagan organisasi, pohon kategori, atau piramida. Pilih bentuk sesuai hubungan yang ingin terlihat. 

Contoh rancangan: “Struktur Panitia Pameran”. Letakkan ketua di tingkat koordinasi utama, lalu hubungkan dengan koordinator acara, publikasi, dan perlengkapan. Anggota ditempatkan pada divisi masing-masing.

Garis penghubung harus memiliki arti yang konsisten. Jika garis menunjukkan koordinasi, jangan memakai garis serupa untuk menandai urutan waktu tanpa penjelasan.

Hindari piramida apabila isinya hanya daftar yang setara. Bentuk bertingkat dapat membuat pembaca mengira bagian atas selalu lebih penting. Gunakan posisi dan ukuran untuk menjelaskan struktur yang memang ada, bukan menciptakan tingkatan baru.

Apa Perbedaan Infografis Statis, Animasi, dan Interaktif?

Tujuh kategori sebelumnya membahas fungsi informasi. Sementara itu, statis, animasi, dan interaktif membahas cara informasi disajikan kepada pembaca. Keduanya dapat digabungkan: infografis statistik, misalnya, dapat dibuat statis atau interaktif.

Format Ciri utama Contoh rancangan
Statis Informasi disajikan tanpa gerakan atau kontrol pengguna Gambar perbandingan dua metode belajar
Animasi Elemen bergerak atau muncul mengikuti waktu Video penjelasan tahapan pengerjaan desain
Interaktif Tampilan merespons tindakan pengguna Peta yang menampilkan rincian saat wilayah dipilih

Gerakan tidak otomatis berarti interaktif. Video yang berjalan dari awal hingga akhir tetap berbeda dari visual yang memungkinkan pembaca memilih data. Piktochart juga membahas interaktivitas sebagai cara melibatkan tindakan pengguna dalam penjelajahan informasi. 

Pilih format sesuai kebutuhan akses. Untuk lembar cetak, rancangan statis menjadi titik awal yang praktis. Jika membuat versi interaktif, sediakan penjelasan inti yang tetap bisa dipahami tanpa mengandalkan interaksi saja.

Cara Memilih Jenis Infografis Sesuai Tujuan dan Audiens

Mulai dengan kalimat: “Setelah melihat desain ini, pembaca bisa ...”. Lanjutannya akan membantu kamu memilih jenis-jenis infografis yang paling sesuai. Jika jawabannya “mengikuti langkah pendaftaran”, format proses lebih masuk akal daripada peta.

Kebutuhan utama pembaca Pilihan awal
Memahami angka atau hasil survei Statistik
Mengenal sebuah konsep Informasional
Melihat urutan kejadian menurut waktu Timeline
Mengikuti tahapan pekerjaan Proses
Menilai beberapa pilihan Perbandingan
Melihat persebaran lokasi Geografis
Memahami tingkatan atau struktur Hierarki

Berikutnya, periksa pengetahuan awal audiens. Pembaca umum mungkin membutuhkan penjelasan istilah, sedangkan pembaca yang sudah akrab dengan topik dapat menerima label lebih ringkas.

Sesuaikan juga komposisi dengan media. Sebagai pilihan editorial, gambar pendamping blog berasio 3:2 dapat menggunakan kanvas 1500 × 1000 piksel. Ukuran ini bukan standar wajib; pecah desain menjadi beberapa gambar jika teks terlalu kecil.

Setelah jenisnya dipilih, gunakan tips perancangan infografis yang baik untuk menata isi, warna, dan alur baca. Uji hasilnya dengan meminta seseorang menjelaskan pesan utama tanpa bantuanmu.

Langkah Awal Membuat Infografis di Canva

Canva menyediakan template infografis serta elemen untuk menyesuaikan teks, grafik, dan tampilan. Halaman resminya juga mencantumkan pilihan ekspor seperti JPG, PNG, dan PDF. Informasi ini diperiksa pada 22 Oktober 2026.

Gunakan alur berikut sebagai titik awal:

  1. Tentukan pesan. Pilih satu kebutuhan pembaca dari tabel sebelumnya.
  2. Siapkan isi dan sumber. Ringkas materi sebelum membuka template. Pisahkan data asli dari contoh ilustrasi.
  3. Pilih template yang strukturnya sesuai. Untuk perbandingan, cari susunan berdampingan; untuk proses, utamakan alur yang jelas.
  4. Ganti seluruh isi contoh. Periksa angka, label, ikon, serta teks bawaan agar tidak ikut terpublikasi tanpa sengaja.
  5. Rapikan desain. Bedakan ukuran judul dan keterangan, samakan gaya ikon, jaga kontras, dan sisakan ruang kosong. Gunakan label selain warna.
  6. Periksa dan ekspor. Buka hasil pada ukuran tampil sebenarnya. Pilih PNG atau JPG untuk gambar, atau PDF bila perlu dibagikan sebagai dokumen; periksa hasil ekspornya.

Untuk rincian ukuran dan penyesuaian template, ikuti panduan cara membuat infografis di Canva. Pastikan template, aset, dan opsi unduhan yang dipilih tersedia pada akunmu.

Sebelum membuat desain berikutnya, coba ubah satu materi pendek menjadi dua sketsa berbeda. Bandingkan mana yang paling cepat menjawab kebutuhan pembaca. Latihan ini membantu kamu memilih jenis-jenis infografis berdasarkan kegunaannya, lalu memakai dekorasi secukupnya untuk memperjelas pesan.

Fikalmyid
Fikalmyid Seorang Desain Grafis dan Blogging Junior

Post a Comment