Perbedaan Infografis dan Poster: Fungsi hingga Contoh

Table of Contents
Perbedaan Infografis dan Poster: Fungsi hingga Contoh

Perbedaan infografis dan poster terletak pada cara menyampaikan pesan. Infografis menata informasi, data, atau proses menjadi visual yang membantu pembaca memahami hubungan antarbagiannya. Poster mengutamakan penyampaian pesan utama melalui komposisi yang menarik perhatian. Keduanya dapat digunakan untuk edukasi maupun promosi, bahkan digabungkan dalam satu desain sesuai kebutuhan komunikasi.

Apa Perbedaan Infografis dan Poster?

Bayangkan kamu diminta membuat materi kampanye hemat air. Kamu bisa mengajak orang menutup keran melalui satu kalimat besar. Kamu juga bisa menjelaskan bagian rumah yang perlu diperiksa dan tindakan penghematan di setiap bagian. Tema keduanya sama, tetapi kebutuhan informasinya berbeda.

Tabel berikut merangkum kecenderungan penggunaannya. Anggap sebagai panduan awal, sebab poster ilmiah, poster edukasi, dan desain gabungan dapat memiliki karakter yang lebih beragam.

Aspek Infografis Poster
Fokus Membantu memahami informasi dan hubungannya Menonjolkan pesan utama agar mudah ditangkap
Isi Data, tahapan, kategori, perbandingan, atau penjelasan Pengumuman, ajakan, informasi, edukasi, atau ekspresi visual
Susunan Mengikuti logika informasi Mengikuti prioritas pesan
Visual Diagram, ikon, peta, ilustrasi, atau grafik Tipografi, foto, ilustrasi, dan elemen pendukung
Cara membaca Mengikuti hubungan atau urutan antarelemen Menangkap fokus utama, kemudian detail
Bentuk Dapat berupa satu bidang atau beberapa panel Umumnya satu bidang, untuk cetak maupun digital

Pembedanya bukan sekadar ukuran atau jumlah tulisan. Desain panjang belum tentu infografis, dan poster tidak harus berisi promosi. Untuk menilainya, perhatikan pekerjaan yang dilakukan visual: apakah menjelaskan hubungan informasi, menonjolkan pesan, atau menjalankan keduanya?

Apa Itu Infografis dan Bagaimana Ciri-Cirinya?

Infografis adalah penyajian informasi melalui perpaduan teks dan elemen visual yang disusun agar suatu topik lebih mudah dipahami. Materinya dapat berupa angka, konsep, urutan kegiatan, atau perbandingan. Adobe Express menyediakan contoh penerapannya untuk memvisualkan konsep serta membagikannya melalui media digital dan cetak. 

Misalnya, penjelasan alur pendaftaran kegiatan dapat dibuat menjadi lima tahap dengan nomor dan panah. Pembaca tidak hanya melihat gambar formulir, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan terlebih dahulu dan apa tahap berikutnya.

Beberapa ciri yang bisa kamu gunakan untuk mengenalinya:

  • Topiknya terarah. Informasi dipilih untuk menjawab satu kebutuhan yang jelas.
  • Ada hubungan antarelemen. Bentuknya bisa berupa urutan, kategori, pola, atau perbandingan.
  • Visual ikut menjelaskan. Diagram dan ilustrasi membantu menyampaikan makna.
  • Teksnya mendukung visual. Label dan keterangan memberi konteks yang dibutuhkan.
  • Data dapat ditelusuri. Jika memakai angka atau temuan, sumber dan konteksnya perlu jelas.

Infografis tidak wajib mempunyai grafik batang atau persentase. Penjelasan proses membuat kompos, misalnya, bisa disusun sebagai tahapan bergambar tanpa statistik. Pilihan visual sebaiknya mengikuti jenis informasi yang ingin dijelaskan.

Canva menekankan pengorganisasian informasi, keseimbangan teks dan ilustrasi, serta alur visual dalam infografis. Sebagai pemeriksaan awal, coba hilangkan sebagian dekorasinya. Jika urutan atau hubungan informasi tetap terbaca, struktur dasarnya sudah lebih mudah dikenali.

Apa Itu Poster dan Bagaimana Ciri-Cirinya?

Poster adalah media komunikasi visual yang menyusun tulisan dan elemen grafis dalam satu bidang untuk menyampaikan pesan kepada audiens. Menurut panduan Adobe, desain poster mencakup penataan headline, gambar, warna, tipografi, dan informasi pendukung agar pesan cepat dipahami.

Kamu bisa menemukannya pada pengumuman acara, kampanye lingkungan, promosi produk, atau materi edukasi. Poster juga dapat mengandalkan tipografi tanpa foto. Keberadaan gambar besar bukan syarat yang menentukan apakah suatu desain termasuk poster.

Karakter yang biasanya mudah dikenali antara lain:

  • Pesan utama menonjol, misalnya nama acara atau ajakan.
  • Urutan informasi jelas, sehingga pembaca menemukan detail penting setelah melihat judul.
  • Tulisan terbaca pada ukuran dan jarak penggunaan yang direncanakan.
  • Elemen pendukung relevan, baik berupa foto, ilustrasi, maupun bentuk.
  • Respons yang diharapkan terarah, seperti mengingat informasi atau mengikuti kegiatan.

Kalau ingin memahami jenis dan fungsinya lebih jauh, pembahasan pengertian poster dan ciri-cirinya dapat membantu kamu mengenali variasi penggunaannya sebelum menentukan konsep desain.

Perhatikan juga konteksnya. Poster penelitian bisa membawa informasi lebih padat daripada poster konser. Karena itu, aturan seperti “poster harus sangat sedikit tulisan” sebaiknya diperlakukan sebagai pertimbangan desain sesuai kebutuhan, bukan definisi mutlak.

Perbedaan Infografis dan Poster Berdasarkan Tujuan, Isi, dan Desain

Tujuan komunikasi dan respons pembaca

Saat membuat infografis, kamu dapat memulai dari pertanyaan: “Apa yang perlu dipahami pembaca?” Contohnya, bagaimana alur pendaftaran, apa perbedaan dua pilihan, atau bagaimana suatu kondisi berubah.

Untuk poster kampanye atau acara, pertanyaannya bisa berupa: “Pesan apa yang perlu segera tertangkap?” Contohnya, ajakan membawa botol minum sendiri atau informasi bahwa pendaftaran seminar sudah dibuka.

Kedua tujuan tersebut dapat bertemu. Infografis boleh mengajak orang bertindak, sementara poster bisa memberi penjelasan. Perbandingan ini membantu menetapkan prioritas, bukan membatasi fungsi masing-masing secara kaku.

Isi dan hubungan antarinformasi

Pada infografis, hubungan informasi menjadi bagian penting dari isi. Panah menunjukkan perpindahan tahap, dua kolom membantu membandingkan pilihan, dan garis waktu menunjukkan urutan kejadian. Mengubah susunan tanpa memahami hubungan tersebut dapat mengubah maknanya.

Pada poster acara, informasi biasanya dipilih berdasarkan kebutuhan kehadiran: nama kegiatan, jadwal, tempat, dan cara mendaftar. Setiap detail mendukung satu pesan utama. Menambahkan banyak penjelasan yang tidak membantu keputusan pembaca justru membuat fokusnya sulit ditemukan.

Untuk latihan, tulis semua informasi di kertas. Tandai mana yang berupa hubungan atau tahapan, lalu tandai mana yang berupa pesan inti dan detail pendukung. Pemisahan sederhana ini membantu menentukan struktur sebelum memilih template.

Desain dan cara membaca

Hierarki visual mengatur elemen berdasarkan tingkat kepentingannya agar mata mengikuti urutan yang direncanakan. Nielsen Norman Group menjelaskan peran kontras, skala, dan pengelompokan dalam membangun hierarki tersebut. 

Dalam infografis proses, kamu bisa menonjolkan judul, nomor tahap, lalu penjelasan. Dalam poster acara, prioritasnya bisa berupa nama kegiatan, tanggal, lalu informasi pendaftaran. Susunan ini merupakan contoh penerapan, bukan satu-satunya pola yang benar.

Tipografi, warna, dan komposisi sebaiknya mendukung urutan tersebut. Gunakan perbedaan ukuran huruf untuk membedakan judul dan isi. Sisakan jarak antarkelompok, serta tambahkan label agar makna tidak hanya bergantung pada warna. 

Orientasi kanvas juga tidak menentukan kategorinya. Pilih bidang vertikal, horizontal, atau persegi berdasarkan materi dan tempat tampilnya. Jangan memanjangkan desain hanya supaya tampak seperti infografis.

Contoh Infografis dan Poster dengan Tema yang Sama

Gunakan tema penghematan air di rumah. Dua rancangan berikut merupakan ilustrasi untuk latihan, bukan laporan hasil kampanye atau penelitian.

Rancangan infografis penghematan air

Judulnya bisa berupa “Periksa Penggunaan Air di Tiga Area Rumah”. Bagi bidang desain menjadi tiga kelompok:

  1. Kamar mandi: periksa keran dan tutup aliran ketika tidak diperlukan.
  2. Dapur: kelompokkan peralatan sebelum mencuci dan atur penggunaan air sesuai kebutuhan.
  3. Halaman: perhatikan kebutuhan penyiraman dan hindari membiarkan selang mengalir tanpa digunakan.

Gunakan ilustrasi rumah agar pembaca mengenali lokasi setiap tindakan. Tambahkan ikon keran dan keterangan singkat di masing-masing area. Nilai informasinya terletak pada hubungan antara lokasi, kebiasaan, dan tindakan yang dapat diperiksa.

Tidak perlu menambahkan klaim penghematan sekian liter jika kamu belum memiliki sumber yang sesuai. Untuk variasi struktur lain, kumpulan contoh infografis simple dapat menjadi referensi bentuk proses, timeline, dan perbandingan.

Rancangan poster penghematan air

Untuk poster, kamu bisa memilih judul “Selesai Pakai? Tutup Kerannya.” Gunakan satu ilustrasi keran sebagai fokus, kemudian tambahkan kalimat pendukung: “Periksa kembali sebelum meninggalkan wastafel.”

Jika ditempel di dekat wastafel, pesan dan penempatannya saling mendukung. Pembaca tidak perlu mempelajari seluruh kebiasaan penggunaan air untuk memahami tindakan yang diminta. Kamu cukup memastikan judul terbaca dan ilustrasinya tidak mengganggu pesan.

Bandingkan dua rancangan tadi dengan menanyakan apa yang dibawa pulang pembaca. Pada infografis, mereka mendapat beberapa tindakan berdasarkan area rumah. Pada poster, mereka mendapat satu pengingat yang langsung berkaitan dengan situasinya.

Kamu juga bisa menggabungkannya: tempatkan ajakan sebagai headline poster, lalu tambahkan tiga langkah bergambar di bawahnya. Sebut sebagai poster dengan unsur infografis bila perlu; yang utama adalah kejelasan fungsi setiap bagian.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Infografis atau Poster?

Gunakan infografis ketika pembaca perlu memahami tahapan, membandingkan pilihan, melihat kategori, atau membaca ringkasan data. Gunakan poster ketika kebutuhan utamanya adalah menangkap pengumuman, ajakan, atau pesan yang diprioritaskan.

Sebagai contoh, promosi seminar dapat memakai poster berisi topik, jadwal, dan pendaftaran. Penjelasan alur mengikuti seminar dapat memakai infografis proses. Satu kegiatan bisa membutuhkan keduanya pada tahap komunikasi yang berbeda.

Untuk tugas sekolah atau lomba, baca ketentuan terlebih dahulu. Jika penyelenggara menentukan ukuran, sumber data, atau unsur wajib, ikuti ketentuan tersebut. Jangan mengganti format hanya karena template lain terlihat lebih menarik.

Langkah singkat sebelum mulai mendesain

  1. Tulis tujuan satu kalimat. Tentukan apa yang perlu dipahami atau dilakukan pembaca.
  2. Pilih informasi inti. Pisahkan pesan utama, penjelasan, dan sumber.
  3. Buat sketsa. Tentukan fokus serta urutan membaca sebelum menambahkan dekorasi.
  4. Susun di alat desain. Canva atau Adobe Express dapat digunakan untuk mengolah template infografis. 
  5. Periksa hasil pada media tujuan. Lihat keterbacaan di ponsel atau lakukan uji cetak jika desain akan dicetak.

Untuk mulai menyusun alur informasi dari template, kamu bisa mengikuti panduan cara membuat infografis di Canva. Sesuaikan strukturnya dengan materi yang kamu punya, bukan mengisi setiap elemen template secara terpaksa.

Saat mengekspor, sesuaikan format file dengan kanal tujuan dan permintaan penerima. Ukuran kanvas, kualitas aset, serta keterbacaan tetap perlu diperiksa. Nama format file saja tidak menentukan kualitas komunikasi sebuah desain.

Kesimpulan

Untuk menerapkan perbedaan infografis dan poster, mulai dari kebutuhan pembaca sebelum membuka aplikasi. Tulis pesanmu, lalu periksa apakah pembaca perlu melihat hubungan informasi atau cukup menangkap satu pesan yang diprioritaskan.

Coba buat dua sketsa kecil dari materi yang sama. Pilih rancangan yang paling membantu tujuan komunikasimu. Jika tujuan membutuhkan ajakan sekaligus penjelasan, gabungkan keduanya dengan hierarki yang jelas dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Fikalmyid
Fikalmyid Seorang Desain Grafis dan Blogging Junior

Post a Comment